Kamis, 19 Juli 2012

Puisi Benci



aku benci keadaan ini ..
aku benci ..
kenapa keadilan tak  berpihak ?
pantaskah aku mengambil sikap?
peraturan ini memaksaku untuk diam walau dimarahi ..
aku mengerti tentang semua ini ...
aku mencoba untuk kuat,
bertahan dalam kekehalan ..
tersenyum dalam rasa dendam ..

teriakkan kakak yang mengambil hakku ..
memerintah selayaknya penjajah ..
seenaknya mengatur-ngatur, menunjuk-nunjuk seperti bidadari di kayangan ..
membuat aku tak sudi mendengaenya ..

sesungguhnya teriakan kakak seperti singa yang mengaung di gelapnya malam .
pelototan kakak seperti kucing belo di balik layar tv .
tunjukan kakak seperti perintahnya upik abu yang jadi ratu ..

sesungguhnya sikap kakak tak ada indahnya ..
teriak2 !! bentak2!! marah2!!
tak bisa mengatur volume suaranya ..

aku benci kakak !!

ketika kakak dengan seenaknya melontarkan kata-kata bersilet untuk menyayat hatiku .
aku memang diam, diam tak bisa mengutipkan kata-kata ..
namun walau aku tak bisa berbuat apa2 .
saat ini hati mampu menjadi perantara tuhan membalskan kelakuan kaka ..

semua takan berubah ..
karna sakit hati ini tlah berlalu ..
doa, sudah terpanjatkan ..
keperihan hati sudah terasakan ..
dan semua takan bisa terobati walau terucap kata maaf dari mulut kakak .

aku sakit hati ..
aku benci kakak !!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar